Kuala Lumpur, 29 April 2026
Perjalanan jauh dari tanah Siak Sri Indrapura membawa langkah kaki para santri dan santriwati kelas 3 Sekolah Alam Tahfizh Preneur Siak tiba di selasar megah International Islamic University Malaysia (IIUM). Kunjungan edukatif ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah ikhtiar untuk membuka cakrawala global, mengenalkan dunia pendidikan tinggi internasional, sekaligus menantang batas kemampuan diri para siswa di luar kelas formal mereka.
Sambutan Hangat dari Profesor Ali Sofyan
Setibanya di sana, rombongan Sekolah Alam Siak mendapatkan kehormatan besar. Kami disambut langsung oleh Profesor Ali Sofyan beserta jajaran akademisi Departemen Of Mechatronics Engineering IIUM.
Dalam sesi pertemuan yang hangat dan interaktif, Prof. Ali membagikan banyak inspirasi tentang pentingnya generasi muda Muslim menguasai teknologi modern tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai spiritual. Motivasi dari beliau membakar semangat anak-anak untuk berani bermimpi kuliah di kancah internasional.
”Teknologi adalah alat, namun karakter dan kepedulian terhadap alam adalah kemudi yang menentukan ke mana teknologi itu akan membawa manfaat.”
Menyelami Dunia Masa Depan: Belajar Robotik di IIUM
Puncak dari kunjungan ini adalah sesi workshop interaktif di laboratorium teknologi IIUM. Di sini, para siswa tidak hanya menonton, tetapi langsung “berkenalan” dengan dunia Robotik.
Di bawah bimbingan para instruktur berpengalaman, siswa SM Sekolah Alam Siak belajar tentang:
- Logika Dasar Pemrograman (Coding): Memahami bagaimana memberikan instruksi digital pada mesin.
- Perakitan Robot Sederhana: Melatih ketelitian dan kerja sama tim dalam merancang komponen sensorik.
- Uji Coba Sensor: Mempraktikkan bagaimana robot mendeteksi rintangan di sekitarnya—sebuah simulasi nyata dari teknologi masa depan.
Melihat robot-robot kecil itu bergerak mengikuti instruksi yang mereka buat sendiri, binar antusiasme langsung terpancar dari mata setiap siswa. Karakter Sekolah Alam yang terbiasa mandiri dan kolaboratif membuat mereka sangat cepat beradaptasi dengan teknologi baru ini.






