SIAK – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, jajaran fasilitator (guru) Sekolah Alam Sahabat Quran Siak mulai dari unit TK, SD, SMP, SMA, dan Seluruh Staf menggelar kegiatan pra-pembelajaran yang intensif selama dua hari (8-9 Juli 2026). Kegiatan ini dirancang khusus untuk menyamakan visi, mempererat ikatan kekeluargaan, serta menyiapkan mental para pengajar agar siap memberikan yang terbaik bagi siswa di lapangan.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh tim fasilitator ini mengusung dua agenda utama: BBA (Belajar Bersama Alam) dan BBBC (Bahasa Bunda Bahasa Cinta) pada hari pertama, serta BE-CEO (Chief Executive Outbound) pada hari kedua.

Hari Pertama: Menyelami Filosofi dan Bahasa Cinta
Agenda hari pertama menjadi momen refleksi bagi seluruh fasilitator. Melalui sesi BBBC (Bahasa Bunda Bahasa Cinta), tim diajak untuk menyelami kembali pentingnya komunikasi yang empati dan penuh kasih sayang dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Para fasilitator berlatih untuk menempatkan diri sebagai pendamping yang suportif, yang mampu mengedepankan pendekatan personal sebelum masuk ke materi akademik.
Kegiatan berlanjut dengan BBA (Belajar Bersama Alam). Para guru turun langsung ke area terbuka untuk mempraktikkan skenario pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa nantinya. Bagi para fasilitator, ini adalah waktu untuk menyegarkan kembali intuisi dalam mengolah alam menjadi ruang kelas yang inspiratif.
Hari Kedua: Menguji Ketangkasan dan Solidaritas Melalui BE-CEO
Jika hari pertama fokus pada pemantapan hati dan pemikiran, hari kedua suasana menjadi lebih energik. Seluruh fasilitator mengikuti agenda BE-CEO (Belajar Bersama Outbound).
Dalam kegiatan outbound ini, para fasilitator ditantang untuk menuntaskan berbagai simulasi permainan kelompok. Bukan sekadar rekreasi, kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kerja sama tim, komunikasi instruksional, serta ketangkasan dalam menghadapi situasi yang dinamis di lapangan.
“Sebagai fasilitator, kami harus memiliki ketangguhan fisik dan mental yang solid. Outbound ini menjadi ajang bagi kami untuk memastikan bahwa tim sudah siap untuk ‘turun ke gelanggang’ dan mendampingi siswa dengan semangat yang penuh,” ujar salah satu perwakilan fasilitator.
Membangun Fondasi untuk Pembelajaran yang Bermakna
Rangkaian kegiatan dua hari ini telah membekali para fasilitator dengan kesiapan mental dan fisik yang mumpuni. Dengan semangat kekeluargaan yang telah terbangun, seluruh tim kini siap menyambut kehadiran siswa di hari pertama masuk sekolah dengan energi baru.
Sekolah Alam percaya bahwa guru yang bahagia dan solid adalah kunci utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi anak-anak.















